Kampus Times - Bagi calon mahasiswa, akreditasi kampus bukan sekadar label di laman penerimaan mahasiswa baru. Status tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai posisi sebuah perguruan tinggi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Data terbaru pemerintah menunjukkan bahwa peta akreditasi perguruan tinggi swasta di Indonesia masih didominasi kategori “Baik”, sementara konsentrasi perguruan tinggi juga terlihat kuat di Pulau Jawa.
Berdasarkan Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025 yang diterbitkan Pusdatin Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), terdapat 2.391 perguruan tinggi swasta dalam tabel akreditasi berdasarkan provinsi. Data tersebut bersumber dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) dan disusun berdasarkan pelaporan perguruan tinggi melalui sistem yang digunakan pemerintah.
Angka tersebut tidak menggambarkan seluruh perguruan tinggi Indonesia, karena tabel yang dibahas secara khusus memiliki cakupan status swasta. Dengan demikian, data ini lebih tepat digunakan untuk melihat bagaimana distribusi dan status akreditasi PTS di berbagai provinsi.
Status “Baik” Jadi Kategori Terbesar

Hal paling mencolok dari data adalah dominasi kategori “Baik”. Dari total 2.391 PTS, sebanyak 1.535 institusi berada pada kategori tersebut. Jumlah ini setara dengan sekitar 64,2 persen dari keseluruhan PTS yang tercatat.
Di bawahnya terdapat 441 PTS dengan status “Baik Sekali” atau sekitar 18,4 persen. Sementara itu, 116 PTS telah mencapai status “Unggul”, setara sekitar 4,9 persen.
Data juga masih mencatat kategori akreditasi sebelumnya, yakni 1 PTS berstatus A dan 210 PTS berstatus B. Tidak terdapat PTS dengan status C dalam tabel tersebut. Selain itu, terdapat 88 PTS pada kategori “Terakreditasi”.
Komposisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar PTS dalam data berada pada kategori “Baik”. Namun, angka tersebut sebaiknya tidak langsung diterjemahkan sebagai ukuran tunggal kualitas pendidikan atau pengalaman belajar mahasiswa. Akreditasi merupakan salah satu indikator penjaminan mutu, sedangkan kualitas kampus secara lebih luas juga berkaitan dengan program studi, dosen, fasilitas, tata kelola, riset, layanan mahasiswa, hingga relevansi lulusan dengan dunia kerja.
Jawa Barat Memiliki PTS Terbanyak
Dari sisi persebaran wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PTS terbanyak, yakni 318 perguruan tinggi. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan 272 PTS.
DKI Jakarta berada di urutan berikutnya dengan 205 PTS, sangat berdekatan dengan Jawa Tengah yang memiliki 204 PTS. D.I. Yogyakarta tercatat memiliki 99 PTS, sedangkan Banten memiliki 81 PTS.
Jika enam provinsi di Pulau Jawa yang tercantum pada tabel digabungkan, jumlahnya mencapai 1.179 PTS. Artinya, sekitar 49,3 persen dari seluruh PTS dalam data berada di enam provinsi tersebut.
Konsentrasi ini menarik karena menunjukkan besarnya ekosistem pendidikan tinggi swasta di Pulau Jawa. Jawa Barat sendiri menyumbang sekitar 13,3 persen dari total PTS dalam tabel, sekaligus menjadi wilayah dengan jumlah institusi terbesar.
Namun, jumlah perguruan tinggi tidak otomatis menunjukkan tingkat kualitas atau daya saing suatu wilayah. Banyaknya institusi lebih tepat dibaca sebagai gambaran mengenai kepadatan dan distribusi penyedia layanan pendidikan tinggi.
Kesenjangan Persebaran Jadi Catatan
Di luar Jawa, jumlah PTS cenderung lebih rendah. Sumatera Utara tercatat memiliki 171 PTS, Sulawesi Selatan 137, Sumatera Barat 72, Aceh 66, dan Sumatera Selatan 62.
Sementara itu, beberapa provinsi memiliki jumlah institusi yang jauh lebih sedikit. Kalimantan Utara, misalnya, tercatat hanya memiliki 6 PTS, sedangkan Gorontalo memiliki 10 PTS dan Bangka Belitung 10 PTS.
Perbedaan tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya ketimpangan kualitas. Akan tetapi, distribusi institusi menjadi informasi penting ketika dikaitkan dengan akses pendidikan tinggi. Semakin sedikit pilihan institusi di suatu wilayah, semakin penting peran pemerintah dan perguruan tinggi dalam memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pendidikan tinggi yang bermutu.
Bagi Gen Z yang sedang memilih kampus, data seperti ini bisa menjadi titik awal, bukan keputusan akhir. Jumlah PTS dan status akreditasi provinsi belum cukup untuk menentukan kampus terbaik. Calon mahasiswa tetap perlu melihat akreditasi program studi, kurikulum, biaya kuliah, fasilitas, reputasi akademik, peluang magang, rekam jejak lulusan, serta kesesuaian program studi dengan rencana karier.
Data Resmi untuk Membaca Peta Pendidikan Tinggi

Buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025 merupakan publikasi resmi Kemdiktisaintek yang memuat data mengenai lembaga perguruan tinggi, program studi, akreditasi, mahasiswa, lulusan, dan dosen. Pemerintah menyebut data tersebut berasal dari PDDikti dan digunakan sebagai dasar penyediaan informasi serta perencanaan kebijakan pendidikan tinggi. Keseluruhan data dalam buku dihimpun hingga Desember 2025.
Karena itu, angka dalam tabel akreditasi 2025 penting dibaca sebagai potret kondisi pendidikan tinggi pada periode pengumpulan data tersebut, bukan sebagai angka yang berlaku selamanya. Status akreditasi perguruan tinggi dapat berubah seiring proses evaluasi dan pemenuhan standar yang berlaku.
Pada akhirnya, data ini memperlihatkan dua hal sekaligus: ekosistem PTS Indonesia cukup besar dengan 2.391 institusi, tetapi distribusinya masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah, terutama Pulau Jawa. Di sisi lain, dominasi status “Baik” menunjukkan bahwa tantangan berikutnya bukan sekadar memperluas jumlah perguruan tinggi, melainkan bagaimana mendorong lebih banyak institusi menuju Baik Sekali dan Unggul melalui peningkatan mutu yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Data Akreditasi Perguruan Tinggi 2025 menunjukkan bahwa terdapat 2.391 PTS yang tercatat, dengan kategori “Baik” mendominasi 1.535 institusi. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PTS terbanyak, sementara hampir setengah PTS dalam tabel terkonsentrasi di enam provinsi di Pulau Jawa. Data ini menegaskan pentingnya melihat pendidikan tinggi tidak hanya dari jumlah kampus, tetapi juga dari mutu, pemerataan akses, dan peningkatan status akreditasi.
FAQ
-
Berapa jumlah perguruan tinggi swasta yang tercatat dalam data akreditasi 2025?
Terdapat 2.391 perguruan tinggi swasta yang tercatat dalam tabel akreditasi berdasarkan provinsi. -
Provinsi mana yang memiliki PTS terbanyak pada 2025?
Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PTS terbanyak, yakni 318 perguruan tinggi. -
Apa status akreditasi yang paling banyak dimiliki PTS?
Status “Baik” menjadi kategori terbesar dengan 1.535 PTS, atau sekitar 64,2 persen dari total. -
Berapa jumlah PTS yang berstatus Unggul?
Terdapat 116 PTS berstatus Unggul dalam data yang ditampilkan. -
Apakah status akreditasi dapat menjadi satu-satunya dasar memilih kampus?
Tidak. Akreditasi penting sebagai salah satu indikator mutu, tetapi calon mahasiswa juga perlu mempertimbangkan akreditasi program studi, kurikulum, fasilitas, biaya, dosen, peluang karier, dan kesesuaian kampus dengan kebutuhan akademik.
Sumber Data :
Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Pusdatin Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Tabel yang digunakan: Tabel 2.13 – Akreditasi Perguruan Tinggi (PT) Tiap Provinsi, Lingkup Kemdiktisaintek, Status Swasta, Tahun 2025.
Buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025 – Kemdiktisaintek
Portal Data Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek