Event

Call for Paper SEMNASIP 2026 Diperpanjang, Ini Jadwal dan Topiknya

11 Agustus 2026, 19:43 WIB / Tutut Septia Wati
Call for Paper SEMNASIP 2026 Diperpanjang, Ini Jadwal dan Topiknya

Call for Paper SEMNASIP 2026 Diperpanjang, Ini Jadwal dan Topiknya

Kampus Times - Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka kembali membuka ruang bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, dan pemerhati berbagai bidang keilmuan untuk berpartisipasi dalam Seminar Nasional Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (SEMNASIP) 2026.

Mengusung tema “Masyarakat Digital dan Akal Imitasi dalam Kajian Ilmu Hukum, Sosial, Humaniora, dan Politik”, SEMNASIP 2026 menjadi forum akademik untuk membahas perubahan masyarakat akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada 15 September 2026, mulai pukul 08.30 hingga 14.00 WIB.

Agenda tersebut tidak hanya diarahkan sebagai forum seminar, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan gagasan, hasil penelitian, maupun kajian akademik yang relevan dengan perkembangan masyarakat digital.

Call for Paper SEMNASIP 2026

Salah satu bagian utama SEMNASIP 2026 adalah Call for Paper. Penyelenggara memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengirimkan karya ilmiah sesuai dengan ruang lingkup tema yang telah ditentukan.

Berdasarkan informasi pada poster kegiatan, periode pengajuan lengkap berlangsung pada 3 Juli hingga 25 Agustus 2026. Selanjutnya, pengumuman penerimaan dijadwalkan pada 28 Agustus hingga 5 September 2026, sementara penerbitan prosiding direncanakan pada Desember 2026.

Peserta yang berminat perlu memperhatikan ketentuan penulisan serta menggunakan template yang telah disediakan panitia. Template SEMNASIP 2026 dapat diakses melalui Template SEMNASIP 2026.

Topik yang Ditawarkan

Ruang lingkup Call for Paper SEMNASIP 2026 cukup luas sehingga dapat menjadi pilihan bagi peneliti dari berbagai disiplin ilmu.

Beberapa subtopik yang ditawarkan meliputi komunikasi era digital, dinamika digitalisasi dan akal imitasi, ekosistem informasi digital, serta perlindungan data pribadi dan hak privasi dalam masyarakat digital.

Selain itu, terdapat topik mengenai transformasi tata kelola pemerintahan melalui pemanfaatan akal imitasi, resiliensi sosial dan adaptasi masyarakat, digital governance, serta masa depan tata kelola publik.

SEMNASIP 2026 juga membuka kajian mengenai integrasi sektor bisnis ke dalam ekosistem digital berbasis akal imitasi, akal imitasi dan humaniora digital, masa depan penerjemahan dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya, hingga perpajakan di era masyarakat digital.

Keragaman subtopik tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya menjadi persoalan teknis. Digitalisasi turut memengaruhi hukum, kebijakan publik, komunikasi, bisnis, budaya, pendidikan, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Peluang Publikasi dan Pengembangan Akademik

Peluang Publikasi dan Pengembangan Akademik

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Keikutsertaan dalam SEMNASIP 2026 memberikan sejumlah manfaat akademik bagi peserta. Berdasarkan informasi kegiatan, peserta berkesempatan memperoleh prosiding ber-ISSN, mengikuti pemilihan Best Paper dan Best Presenter, serta mendapatkan e-certificate bagi pemakalah.

Artikel yang terpilih juga berpeluang diterbitkan pada Jurnal Ilmiah FHISIP Universitas Terbuka. Kesempatan tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi peneliti maupun mahasiswa yang sedang membangun rekam jejak publikasi ilmiah.

Bagi mahasiswa, forum seperti SEMNASIP juga dapat menjadi sarana untuk belajar menyusun artikel akademik, mempresentasikan gagasan secara sistematis, serta memperoleh masukan dari peserta dan akademisi lain.

Biaya Pendaftaran

Panitia menyediakan skema biaya yang berbeda berdasarkan status peserta. Mahasiswa Universitas Terbuka dapat mengikuti kegiatan secara gratis, sedangkan mahasiswa non-Universitas Terbuka dikenakan biaya Rp100.000.

Adapun peserta nonmahasiswa dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp200.000. Informasi pendaftaran tersedia melalui laman yang dicantumkan panitia, yakni Pendaftaran SEMNASIP 2026.

Mengapa Tema Akal Imitasi Penting Dibahas?

Penggunaan istilah akal imitasi dalam tema SEMNASIP 2026 menunjukkan perhatian akademik terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan dampaknya terhadap masyarakat.

Kehadiran teknologi berbasis kecerdasan buatan telah mengubah cara manusia mencari informasi, berkomunikasi, bekerja, mengambil keputusan, hingga menghasilkan berbagai produk pengetahuan. Perubahan tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai privasi, etika, tanggung jawab hukum, keamanan informasi, dan masa depan pekerjaan.

Karena itu, kajian terhadap masyarakat digital membutuhkan pendekatan lintas disiplin. Perspektif hukum diperlukan untuk membahas regulasi dan perlindungan hak, ilmu sosial untuk memahami perubahan perilaku masyarakat, humaniora untuk membaca dampak budaya, sementara ilmu politik dapat melihat perubahan tata kelola dan relasi kekuasaan di era digital.

Kesimpulan

SEMNASIP 2026 menjadi salah satu ruang akademik yang relevan untuk mendiskusikan hubungan antara masyarakat digital, kecerdasan buatan, serta perkembangan hukum, sosial, humaniora, dan politik. Dengan tema yang aktual dan cakupan subtopik yang luas, seminar ini membuka peluang bagi akademisi dan mahasiswa untuk berkontribusi melalui gagasan serta hasil penelitian.

Bagi calon pemakalah, periode 3 Juli–25 Agustus 2026 menjadi batas penting untuk mempersiapkan dan mengajukan naskah lengkap. Selain kesempatan memperoleh prosiding ber-ISSN dan e-certificate, peserta juga memiliki peluang mengikuti pemilihan Best Paper dan Best Presenter serta publikasi artikel terpilih.

Di tengah percepatan transformasi digital, forum akademik seperti SEMNASIP 2026 penting untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga berjalan bersama tanggung jawab, etika, perlindungan hak, dan kepentingan masyarakat.

Topik Terkait

Trending Hari Ini