YOGYAKARTA, Kampus Times - Tim dosen Universitas Alma Ata meluncurkan edukasi kesehatan mental melalui penerapan metode Guided Imagery guna membantu kelompok remaja meredakan stres dan kecemasan secara efektif. Program pengabdian masyarakat ini digagas sebagai respons atas meningkatnya dinamika tekanan akademik serta beban emosional yang kerap dihadapi kalangan remaja saat ini. Melalui pendekatan relaksasi terbimbing ini, akademisi Universitas Alma Ata berkomitmen membekali generasi muda dengan keterampilan manajemen stres mandiri yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pelatihan dan edukasi yang berlangsung interaktif tersebut membimbing para peserta untuk memanfaatkan imajinasi positif dalam menurunkan tingkat ketegangan saraf dan pikiran. Pendekatan Guided Imagery dinilai menjadi salah satu solusi non-farmakologis yang aman, praktis, serta dapat diakses kapan saja oleh kalangan remaja.
Mekanisme Guided Imagery dan Dampaknya terhadap Kecemasan
Metode Guided Imagery bekerja dengan cara mengarahkan fokus pikiran peserta menuju visualisasi tempat atau suasana yang menenangkan melalui instruksi verbal yang terstruktur. Penggunaan teknik relaksasi ini terbukti secara ilmiah mampu memicu penurunan kadar hormon stres, menstabilkan detak jantung, serta menciptakan rasa tenang pada kondisi kecemasan akut.
Beberapa pilar utama yang menjadi fokus penerapan Guided Imagery oleh dosen Universitas Alma Ata meliputi:
Visualisasi Terbimbing yang Terstruktur: Mengajak remaja membayangkan lingkungan yang aman dan damai guna mengalihkan pikiran dari pemicu stres.
Latihan Pernapasan Dalam (Deep Breathing): Mengombinasikan imajinasi positif dengan teknik olah napas untuk memaksimalkan efek relaksasi fisik.
Pencegahan Masalah Mental Berkelanjutan: Membekali remaja dengan mekanisme koping (coping mechanism) yang sehat sejak dini demi mencegah depresi.
Pihak pengelola institusi mitra dan masyarakat setempat menyambut positif edukasi ini. Pelatihan tersebut diharapkan mampu menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan mental di lingkungan sekolah maupun komunitas remaja.
Kesimpulan

Edukasi metode Guided Imagery yang digagas oleh dosen Universitas Alma Ata menjadi langkah nyata akademisi dalam menjaga kesehatan mental generasi muda. Dengan menguasai teknik relaksasi terbimbing ini, para remaja diharapkan mampu mengelola tekanan stres dan kecemasan secara mandiri, sehingga dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan produktif.
FAQ
Apa tujuan utama dosen Universitas Alma Ata mengenalkan metode Guided Imagery? Jawaban: Edukasi ini bertujuan membekali remaja dengan teknik relaksasi mandiri guna meredakan kecemasan dan mengelola stres akibat beban akademik maupun sosial.
Bagaimana cara kerja metode Guided Imagery dalam mengurangi stres? Jawaban: Metode ini bekerja dengan mengarahkan imajinasi pikiran menuju suasana yang tenang melalui instruksi verbal, sehingga merangsang respons relaksasi pada tubuh dan pikiran.
Mengapa masalah stres dan kecemasan remaja menjadi fokus perhatian dosen Universitas Alma Ata? Jawaban: Sebab tekanan emosional dan dinamika perkembangan usia remaja jika tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu konsentrasi belajar serta tumbuh kembang mental mereka.
Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini? Jawaban: Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Alma Ata bersama kelompok remaja di wilayah sasaran program.
Apakah metode Guided Imagery dapat dipraktikkan secara mandiri di rumah? Jawaban: Ya, setelah mendapatkan arahan awal dari fasilitator, remaja dapat mempraktikkan teknik ini secara mandiri kapan saja saat mengalami ketegangan emosional.
Sumber Asli Berita: Artikel ini dikembangkan dan ditulis ulang secara independen berdasarkan laporan pemberitaan lldikti5.kemdiktisaintek.go.id dengan judul asli "Dosen Universitas Alma Ata Kenalkan Guided Imagery untuk Bantu Remaja Redakan Stres dan Cemas" yang dipublikasikan pada bulan Agustus 2026.