Kampus Times – Masih banyak mahasiswa, dosen, maupun peneliti yang menganggap SINTA dan Scopus adalah dua platform dengan fungsi yang sama. Padahal, keduanya memiliki tujuan, cakupan, sistem indeksasi, hingga metrik penilaian yang berbeda. Kesalahpahaman ini sering membuat peneliti bingung ketika memilih tempat publikasi atau menilai kualitas sebuah jurnal.
Memahami perbedaan SINTA vs Scopus menjadi hal penting, terutama bagi sivitas akademika yang aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Dengan mengetahui karakteristik masing-masing, proses memilih jurnal maupun mengevaluasi reputasi penelitian dapat dilakukan secara lebih tepat.
Apa Itu SINTA?
SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem informasi yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia untuk mengukur kinerja penelitian, publikasi ilmiah, serta produktivitas peneliti dan institusi di Indonesia.
SINTA mengintegrasikan berbagai sumber data seperti jurnal nasional, publikasi internasional, sitasi, hingga kinerja perguruan tinggi. Platform ini juga menjadi acuan dalam berbagai proses evaluasi akademik di Indonesia.
Fungsi Utama SINTA
Beberapa fungsi utama SINTA antara lain:
Mengukur produktivitas dosen dan peneliti.
Memberikan pemeringkatan perguruan tinggi berdasarkan publikasi.
Menampilkan profil peneliti Indonesia.
Menjadi referensi evaluasi penelitian nasional.
Mendukung akreditasi dan penilaian institusi.
Apa Itu Scopus?
Scopus merupakan salah satu basis data abstrak dan sitasi terbesar di dunia yang memuat jutaan artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu. Platform ini digunakan secara global sebagai acuan kualitas publikasi ilmiah internasional.
Scopus tidak hanya mengindeks jurnal, tetapi juga prosiding konferensi, buku, hingga bab buku yang memenuhi standar kualitas tertentu.
Fungsi Utama Scopus
Scopus memiliki berbagai fungsi penting, di antaranya:
Mengindeks jurnal internasional bereputasi.
Menyediakan data sitasi peneliti.
Mengukur dampak penelitian secara global.
Membantu pencarian referensi ilmiah berkualitas.
Menjadi standar internasional dalam publikasi akademik.
Perbedaan SINTA dan Scopus Serta Perbedaan Metrik Penilaian
Meskipun sama-sama berkaitan dengan publikasi ilmiah, terdapat sejumlah perbedaan mendasar antara keduanya.
Perbedaan Fungsi
SINTA berfungsi sebagai sistem evaluasi dan pemeringkatan penelitian di Indonesia. Fokusnya adalah mengukur performa peneliti, dosen, perguruan tinggi, serta jurnal nasional. Sebaliknya, Scopus merupakan database internasional yang berfungsi mengindeks literatur ilmiah dari berbagai negara sekaligus menyediakan data sitasi berskala global.
Perbedaan Cakupan
SINTA lebih berfokus pada ekosistem penelitian Indonesia. Data yang ditampilkan banyak berkaitan dengan jurnal nasional, institusi pendidikan tinggi Indonesia, serta profil peneliti dalam negeri. Scopus memiliki cakupan yang jauh lebih luas karena menghimpun publikasi dari ribuan penerbit dan institusi di seluruh dunia.
Perbedaan Sistem Indeksasi
SINTA mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti jurnal nasional terakreditasi, Google Scholar, hingga publikasi internasional yang dimiliki peneliti Indonesia. Sementara itu, Scopus melakukan proses seleksi yang ketat sebelum suatu jurnal dapat masuk ke dalam database mereka. Setiap jurnal harus memenuhi standar kualitas editorial, etika publikasi, konsistensi terbit, serta dampak ilmiah.
Perbedaan paling mencolok antara SINTA dan Scopus juga terlihat dari metrik yang digunakan untuk menilai kualitas jurnal maupun peneliti.
Metrik pada SINTA
SINTA menggunakan berbagai indikator seperti:
Jumlah publikasi.
Jumlah sitasi.
H-index.
Skor SINTA.
Produktivitas institusi.
Kinerja peneliti.
Seluruh indikator tersebut digunakan untuk memberikan peringkat kepada peneliti maupun perguruan tinggi di Indonesia.
Metrik pada Scopus
Scopus memiliki metrik internasional yang lebih beragam, seperti:
CiteScore.
SCImago Journal Rank (SJR).
Source Normalized Impact per Paper (SNIP).
H-index penulis.
Citation Count.
Metrik tersebut digunakan untuk mengukur pengaruh sebuah jurnal maupun dampak penelitian secara internasional.
Mana yang Lebih Penting?

Pertanyaan ini sebenarnya tidak memiliki jawaban mutlak karena keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Jika tujuan Anda adalah memenuhi persyaratan akademik di Indonesia, seperti kenaikan jabatan dosen, evaluasi institusi, atau pemeringkatan nasional, maka SINTA memiliki peran yang sangat penting.
Namun, apabila target Anda adalah meningkatkan reputasi penelitian di tingkat internasional, memperluas jejaring akademik global, atau memperoleh pengakuan internasional, maka publikasi yang terindeks Scopus menjadi pilihan yang lebih strategis.
Dalam praktiknya, banyak dosen dan peneliti berupaya memiliki publikasi yang terindeks Scopus sekaligus memastikan data tersebut terintegrasi dengan SINTA agar manfaatnya dapat dirasakan baik pada tingkat nasional maupun internasional.
Mengapa Akademisi Harus Memahami Perbedaannya?
Kurangnya pemahaman mengenai SINTA dan Scopus sering menyebabkan kesalahan dalam memilih jurnal atau menilai kualitas publikasi. Padahal, setiap kebutuhan akademik memiliki indikator yang berbeda.
Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dapat memanfaatkan Scopus untuk memperoleh referensi internasional berkualitas, sementara dosen dan peneliti juga perlu memperhatikan profil SINTA sebagai bagian dari penilaian kinerja nasional.
Dengan memahami fungsi, cakupan, indeksasi, dan metrik masing-masing platform, proses penelitian menjadi lebih efektif serta peluang meningkatkan reputasi akademik juga semakin besar.
Kesimpulan
SINTA dan Scopus bukanlah platform yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. SINTA berperan sebagai sistem evaluasi dan pemeringkatan penelitian di Indonesia, sedangkan Scopus menjadi database publikasi ilmiah bereputasi internasional yang diakui secara global.
Memahami perbedaan fungsi, cakupan, indeksasi, dan metrik keduanya akan membantu mahasiswa, dosen, maupun peneliti dalam menentukan strategi publikasi yang tepat. Dengan memanfaatkan SINTA dan Scopus secara optimal, kualitas penelitian serta daya saing akademik dapat terus meningkat di tingkat nasional maupun internasional.
FAQ
Apakah SINTA sama dengan Scopus? Tidak. SINTA merupakan sistem evaluasi penelitian Indonesia, sedangkan Scopus adalah database publikasi ilmiah internasional.
Apakah jurnal Scopus otomatis masuk SINTA? Tidak selalu. Integrasi bergantung pada proses sinkronisasi data dan profil peneliti.
Mana yang lebih bergengsi, SINTA atau Scopus? Untuk pengakuan internasional, Scopus lebih bergengsi, sedangkan SINTA berperan penting dalam evaluasi akademik di Indonesia.
Apakah mahasiswa perlu memahami SINTA dan Scopus? Ya. Pemahaman keduanya membantu memilih referensi ilmiah dan memahami kualitas jurnal.
Apakah publikasi Scopus bermanfaat bagi karier dosen? Ya. Publikasi Scopus dapat meningkatkan reputasi akademik, sitasi, serta mendukung pengembangan karier dosen.