Jombang, Kampus Times - Kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an menjadi salah satu fondasi penting dalam pendidikan keagamaan anak. Namun, kemampuan setiap peserta didik tidak selalu berada pada tingkat yang sama sehingga proses pembelajaran membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas KH.A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang melalui Workshop Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di TPQ Al-Muhsin, Dusun Kalipang, Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.
Kegiatan yang berlangsung pada Juli–Agustus 2026 tersebut melibatkan Retnoning Dwi W, Ahmad Baihaqy, Faza Fitri Nabilah, dan Anisa Fatima. Workshop dirancang sebagai pendamping pembelajaran rutin di TPQ sekaligus upaya meningkatkan kemampuan peserta dalam membaca dan menulis Al-Qur’an.
Kemampuan Peserta Beragam
Peserta TPQ Al-Muhsin telah mengikuti kegiatan mengaji secara rutin. Namun, hasil observasi menunjukkan adanya perbedaan kemampuan di antara peserta.
Sebagian peserta masih berada pada tahap pengenalan huruf hijaiyah melalui Iqra’. Sementara itu, peserta lainnya telah mampu membaca Al-Qur’an, tetapi masih membutuhkan pendampingan dalam memperbaiki makhraj, panjang-pendek bacaan, serta penerapan tajwid dasar.
Kemampuan menulis huruf hijaiyah juga masih perlu mendapatkan perhatian karena kegiatan TPQ lebih banyak berfokus pada kemampuan membaca. Workshop BTQ kemudian dirancang untuk melengkapi proses pembelajaran tersebut.
Pembelajaran Dibuat Interaktif
Tahap awal kegiatan dilakukan melalui observasi, komunikasi dengan masyarakat, serta koordinasi bersama pemerintah desa dan pengelola TPQ. Hasil observasi digunakan untuk menentukan pola pembelajaran agar materi tidak diberikan secara seragam kepada seluruh peserta.
Workshop dikemas dengan suasana santai dan interaktif. Rangkaian kegiatan terdiri atas pembukaan, ice breaking, penyampaian materi, praktik BTQ, tebak-tebakan edukatif, dan penutupan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat peserta lebih nyaman mengikuti pembelajaran. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi, menjawab pertanyaan, menirukan bacaan, dan mempraktikkan materi secara langsung.
Materi Disesuaikan dengan Kebutuhan
Materi workshop mencakup pentingnya membaca Al-Qur’an, adab sebelum membaca, cara membaca huruf hijaiyah, doa-doa harian, serta kesalahan yang sering terjadi dalam penerapan tajwid.
Penjelasan diberikan menggunakan bahasa sederhana dengan contoh langsung. Setelah materi disampaikan, peserta mengikuti praktik BTQ selama kurang lebih 60 menit untuk memperkuat pemahaman yang telah diperoleh.
Tiga Kelompok untuk Pendampingan
Salah satu pendekatan utama dalam workshop adalah membagi peserta berdasarkan tingkat kemampuan. Pembagian tersebut memungkinkan mahasiswa memberikan pendampingan yang lebih spesifik.
Kelompok A berfokus pada pengenalan huruf hijaiyah dan pembelajaran Iqra’. Peserta mendapatkan pendampingan dasar agar mampu mengenali serta membaca huruf dengan lebih tepat.
Kelompok B berlatih membaca Al-Qur’an dan tajwid dasar. Fokus pembelajaran diarahkan pada makhraj serta ketepatan panjang dan pendek bacaan.
Sementara itu, Kelompok C mendapatkan latihan menulis huruf hijaiyah, kata Arab sederhana, maupun ayat pendek. Pembagian ini memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan membaca sekaligus menulis sesuai tahap belajarnya.
Tebak-Tebakan Edukatif Tingkatkan Antusiasme

Setelah praktik BTQ, kegiatan dilanjutkan dengan tebak-tebakan edukatif. Metode ini digunakan untuk menguji kembali pemahaman peserta dengan cara yang lebih menyenangkan.
Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan materi workshop, seperti pengenalan huruf hijaiyah, adab sebelum membaca Al-Qur’an, pengertian tajwid, cara membaca huruf hijaiyah, kesalahan dalam bacaan, serta doa sehari-hari.
Peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan apresiasi sederhana berupa snack. Pemberian apresiasi tersebut menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keberanian peserta dalam menjawab dan berpartisipasi selama kegiatan.
Membangun Kebiasaan Belajar Al-Qur’an
Workshop BTQ tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis membaca dan menulis. Peserta juga diberikan motivasi untuk terus mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pemateri menekankan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an perlu dikembangkan secara bertahap melalui kebiasaan belajar dan berlatih. Anak-anak juga didorong untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Pada akhir kegiatan, peserta, pengajar TPQ, dan mahasiswa KKN mengikuti doa bersama dan dokumentasi. Penutupan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus bentuk apresiasi atas partisipasi seluruh peserta.
Workshop Menjadi Pendamping Pembelajaran TPQ
Secara keseluruhan, kegiatan Workshop BTQ menjadi bentuk pendampingan yang melengkapi pembelajaran Al-Qur’an yang telah berjalan rutin di TPQ Al-Muhsin.
Pembagian peserta berdasarkan kemampuan, praktik langsung, materi yang sederhana, serta metode interaktif membuat proses pembelajaran lebih adaptif. Pendekatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pendampingan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Program semacam ini memiliki peluang untuk dilanjutkan melalui pembelajaran rutin yang melibatkan pengajar TPQ, orang tua, dan lingkungan masyarakat. Konsistensi pendampingan menjadi faktor penting agar peningkatan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an dapat berlangsung secara bertahap.
Kesimpulan
Workshop Baca Tulis Al-Qur’an yang dilaksanakan mahasiswa KKN-PPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah di TPQ Al-Muhsin menjadi upaya konkret untuk mendukung peningkatan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an bagi anak-anak di Desa Munungkerep.
Dengan membagi peserta berdasarkan tingkat kemampuan, memberikan praktik langsung, serta menggunakan metode pembelajaran interaktif, kegiatan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan sesuai kebutuhan peserta. Lebih dari sekadar meningkatkan kemampuan teknis, workshop ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi anak untuk terus membaca, mempelajari, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dosen Pembimbing Lapangan:
Aufia Aisa, M.Pd.I.
NUPTK. 3746768669230412
FAQ
- Apa tujuan Workshop BTQ di TPQ Al-Muhsin? Workshop bertujuan meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an sekaligus memperbaiki bacaan sesuai kaidah dasar tajwid.
- Di mana kegiatan Workshop BTQ dilaksanakan? Kegiatan dilaksanakan di TPQ Al-Muhsin, Dusun Kalipang, Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.
- Bagaimana peserta dibagi dalam kegiatan? Peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kemampuan, yaitu kelompok Iqra’ dan huruf hijaiyah, kelompok membaca Al-Qur’an dan tajwid, serta kelompok menulis huruf hijaiyah dan ayat pendek.
- Apa saja materi yang diberikan? Materi mencakup huruf hijaiyah, makhraj, panjang-pendek bacaan, tajwid dasar, adab membaca Al-Qur’an, doa harian, dan kesalahan umum dalam membaca Al-Qur’an.
- Mengapa pembelajaran menggunakan tebak-tebakan edukatif? Metode tersebut digunakan untuk membuat pembelajaran lebih interaktif sekaligus membantu mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.