SURAKARTA, KampusTimes.com - Dua mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip), Luis Ibanez Sitinjak dan Fajar Daruwijaya, sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kompetisi Riset Perguruan Tinggi Kota Surakarta Tahun 2026. Lewat inovasi riset terapan yang mendalam, tim mahasiswa ini berhasil keluar sebagai Juara 2 berkat gagasan eksentrik mereka dalam menyulap limbah kelapa menjadi paving block permeabel penangkal banjir yang dinamakan BioSil-C. Produk ekologis ini didesain khusus untuk mengembalikan fungsi hidrologis tanah sekaligus mereduksi genangan air di kawasan urban perkotaan.
Penghargaan bergengsi atas hilirisasi riset ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, dalam rangkaian upacara formal peringatan Hari Ulang Tahun Kota Surakarta yang berlangsung pada tanggal 17 Juni 2026 lalu.
Formulasi BioSil-C: Gabungan Biochar Kelapa dan Nanosilika Aktif
Lahirnya proyek BioSil-C dipicu oleh keprihatinan sosiologis terhadap persoalan banjir urban yang kerap melanda beberapa titik krusial di Kota Solo. Di bawah bimbingan dan pendampingan akademis dari Dr. Ir. Fahmi Arifan, Luis dan Fajar memformulasikan bahan baku alternatif yang ramah lingkungan. Struktur material penyusun paving block komposit ini mengandalkan dua agen pengikat utama:
Biochar Tempurung Kelapa: Menggunakan sisa pembakaran tempurung kelapa yang dikonversi menjadi karbon aktif guna meminimalisasi emisi gas rumah kaca harian.
Nanosilika Aktif: Penambahan partikel nano silika untuk memperkuat ikatan struktur internal semen tanpa mengurangi pori-pori drainase makro material.
Integrasi kedua bahan ini menghasilkan struktur paving block permeabel yang mampu melewatkan debit air hujan dengan penetrasi tinggi langsung ke dalam lapisan tanah terdalam. Uniknya, BioSil-C tidak sekadar mengalirkan air, melainkan juga bertindak sebagai filter penyerap kontaminan logam berat yang terbawa oleh limpasan air hujan (run-off) di jalanan kota sebelum masuk ke dalam akuifer.
Reduksi Jejak Karbon dan Pengakuan Strategis dari BRIDA Surakarta
Gagasan inovatif mahasiswa Vokasi Undip ini dinilai sangat kontekstual dengan kebutuhan tata ruang hijau yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium dan analisis siklus produk yang dipaparkan di hadapan dewan juri Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surakarta, penggunaan biochar tempurung kelapa sebagai substitusi bahan baku utama terbukti mampu memotong akumulasi jejak karbon (carbon footprint) hingga lebih dari 50 persen jika dibandingkan dengan proses produksi paving block konvensional.
Dosen pembimbing riset, Dr. Ir. Fahmi Arifan, mengonfirmasi bahwa capaian ini menegaskan peran vital pendidikan vokasional dalam menjembatani sains teoritis dengan penciptaan solusi praktis siap pakai di tingkat akar rumput. Karakteristik riset yang sederhana namun berdampak makro ini dinilai memiliki prospek komersialisasi tinggi untuk diterapkan secara masif pada proyek penataan drainase ramah lingkungan di masa depan.
Kesimpulan
Melalui penemuan produk BioSil-C, mahasiswa Vokasi Undip berhasil membuktikan bahwa sisa material organik yang kerap diabaikan mampu ditransformasikan menjadi infrastruktur penahan banjir perkotaan yang tangguh. Keberhasilan Luis dan Fajar mengamankan podium juara di Surakarta menjadi pemantik optimisme baru bahwa riset berbasis ekonomi sirkular dari institusi kampus mampu menjawab tantangan ekologis demi mewujudkan kota-kota yang lebih aman dan berkelanjutan.
FAQ
Siapa pencipta paving block inovatif BioSil-C dari Universitas Diponegoro? BioSil-C diciptakan oleh dua mahasiswa berprestasi dari Sekolah Vokasi Undip, yaitu Luis Ibanez Sitinjak dan Fajar Daruwijaya.
Apa keunggulan utama BioSil-C dibandingkan dengan paving block biasa? BioSil-C bersifat permeabel sehingga air meresap cepat ke tanah, mampu menyerap racun logam berat pada air limpasan, dan memotong jejak karbon produksi hingga lebih dari 50 persen.
Penghargaan apa yang diraih oleh tim mahasiswa Vokasi Undip lewat riset ini?Tim mahasiswa Undip meraih Juara 2 dalam ajang Kompetisi Riset Perguruan Tinggi Kota Surakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BRIDA Surakarta.
Kapan dan oleh siapa penghargaan kompetisi riset tersebut diserahkan?Penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, pada tanggal 17 Juni 2026 bertepatan dengan momentum HUT Kota Surakarta.
Siapa dosen pembimbing yang mengawal pengembangan konsep BioSil-C hingga sukses di dunia nyata? Proyek pengembangan paving block berbasis limbah tempurung kelapa ini dibimbing secara intensif oleh Dr. Ir. Fahmi Arifan.
Sumber Asli Berita: Artikel ini dikembangkan dan ditulis ulang secara independen berdasarkan laporan pemberitaan daerah seru.co.id / lingkar.co dengan judul asli "Inspirasi dari Kampus: Mahasiswa Vokasi Undip Sulap Limbah Kelapa Jadi Inovasi Penangkal Banjir" yang dipublikasikan setelah penyerahan penghargaan pada Juni 2026.