Profil & Institusi

UMP Kukuhkan Tiga Guru Besar, Perkuat Riset Kesehatan Ikan dan Pendidikan

13 Agustus 2026, 14:19 WIB / Aji Krisna Bayu
Sumber gambar hasil AI

Sumber gambar hasil AI

Kampus Times- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali memperkuat kapasitas akademiknya dengan mengukuhkan tiga guru besar sekaligus pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertepatan dengan 28 Safar 1448 H. Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting karena menandai bertambahnya guru besar ke-19, 20, dan 21 di lingkungan UMP.

Ketiga akademisi tersebut memiliki kepakaran yang berbeda, tetapi sama-sama membawa isu strategis yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Mereka adalah Prof. Dr. drh. Cahyono Purbomartono, M.Sc., Prof. Dr. Tri Naimah, M.Si., dan Prof. Dr. Nur’aini, S.Psi., M.Si.

Ketiganya menyampaikan orasi ilmiah yang memperlihatkan arah pengembangan keilmuan UMP, mulai dari kesehatan ikan dan akuakultur, kesejahteraan peserta didik, hingga pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.

Tiga Guru Besar UMP Bawa Gagasan Strategis

Tiga Guru Besar UMP Bawa Gagasan Strategis

Prof. Cahyono Dorong Imunitas Ikan untuk Akuakultur

Prof. Dr. drh. Cahyono Purbomartono, M.Sc. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Imunologi Ikan, khususnya imunitas non-spesifik. Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Imun Nonspesifik untuk Mendukung Kesehatan dan Pertumbuhan Ikan pada Akuakultur”, ia menekankan pentingnya sistem pertahanan alami ikan.

Imunitas non-spesifik menjadi lini pertahanan pertama ikan dalam menghadapi berbagai patogen. Peran tersebut semakin penting pada fase larva dan benih yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap penyakit.

Salah satu pendekatan yang ditawarkan adalah pemanfaatan imunostimulan, termasuk fucoidan yang berasal dari rumput laut cokelat. Penggunaan bahan tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan respons imun ikan sehingga ketahanan terhadap penyakit dapat diperkuat tanpa terlalu bergantung pada antibiotik.

Dari sisi ekonomi, peningkatan imunitas juga berpotensi memberikan dampak terhadap produktivitas budidaya. Ikan yang lebih sehat dapat tumbuh lebih optimal, menggunakan pakan secara lebih efisien, serta memiliki risiko kematian yang lebih rendah. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan keuntungan pembudidaya.

Prof. Tri Naimah Fokus pada Kesejahteraan Siswa

Guru besar kedua, Prof. Dr. Tri Naimah, M.Si., dikukuhkan dalam Bidang Ilmu Psikologi Pendidikan. Ia mengangkat tema “Paradigma Student Wellbeing dalam Transformasi Boarding School Abad 21”.

Gagasan utama yang disampaikan adalah perlunya pengembangan konsep kesejahteraan siswa yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik. Dalam perspektif yang ditawarkan, konsep Islamic Student Wellbeing menempatkan spiritualitas atau tauhid sebagai pusat yang mengintegrasikan perkembangan akademik, fisik, sosial, dan emosional siswa.

Paradigma tersebut sejalan dengan gagasan Positive Islamic Education yang diarahkan untuk membentuk Insan Kamil. Pendidikan tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan peserta didik yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islam, kesehatan mental dan spiritual, serta kemampuan membangun hubungan sosial melalui nilai ta’awun.

Prof. Nur’aini Perkuat Pendidikan Inklusif

Sementara itu, Prof. Dr. Nur’aini, S.Psi., M.Si. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Psikologi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Dalam orasinya berjudul “Psikologi Pendidikan Inklusif Berbasis Kesejahteraan untuk Membangun Ekosistem Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus yang Bermartabat”, ia menyoroti pentingnya lingkungan yang mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus.

Prof. Nur’aini mengembangkan Inclusive Wellbeing Ecosystem Model for Children with Special Needs (IMW-CSN). Model tersebut mengintegrasikan lima lapisan lingkungan, yakni keluarga, sekolah, masyarakat, lingkungan digital, dan kebijakan.

Pendekatan ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak cukup dipahami sebatas memberikan akses kepada anak berkebutuhan khusus untuk bersekolah. Lebih jauh, pendidikan perlu membangun ekosistem yang memungkinkan setiap anak merasa diterima, dihargai, terlindungi dari stigma, dan memiliki kesempatan berkembang sesuai potensinya.

Profesor sebagai Amanah untuk Memberi Dampak

Profesor sebagai Amanah untuk Memberi Dampak

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menegaskan bahwa gelar profesor bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan amanah untuk mencerahkan dan memanusiakan manusia. Ia berharap para guru besar tetap dekat dengan mahasiswa serta memberikan layanan pendidikan yang unggul dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Pesan serupa disampaikan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Huzaifah Dimyati. Ia menekankan pentingnya integritas akademik serta keberlanjutan aktivitas penelitian. Guru besar diharapkan memiliki roadmap riset yang jelas dan mampu membangun kolaborasi dengan sesama akademisi maupun mahasiswa.

LLDIKTI Wilayah 6 juga memberikan apresiasi atas bertambahnya jumlah pakar di lingkungan UMP. Kehadiran guru besar diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu memperkuat reputasi perguruan tinggi sekaligus menghasilkan hilirisasi ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Acara pengukuhan kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat, penampilan seni dari Tika Bisono, serta doa bersama. Momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik UMP dalam memperkuat tradisi keilmuan dan memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Kesimpulan

Pengukuhan tiga guru besar UMP pada 11 Agustus 2026 menunjukkan semakin beragamnya kepakaran akademik yang berkembang di lingkungan universitas. Prof. Cahyono membawa inovasi pada kesehatan ikan dan akuakultur, Prof. Tri Naimah memperkuat perspektif kesejahteraan siswa berbasis nilai Islam, sedangkan Prof. Nur’aini mendorong ekosistem pendidikan inklusif yang bermartabat.

Lebih dari sekadar penambahan gelar akademik, ketiga profesor tersebut membawa tanggung jawab untuk menghasilkan penelitian, pendidikan, dan inovasi yang berdampak. Tantangan berikutnya adalah memastikan kepakaran tersebut terus berkembang melalui kolaborasi, integritas akademik, dan hilirisasi ilmu yang dapat dirasakan masyarakat.

FAQ

  1. Siapa saja guru besar yang dikukuhkan UMP pada 11 Agustus 2026? Prof. Dr. drh. Cahyono Purbomartono, M.Sc., Prof. Dr. Tri Naimah, M.Si., dan Prof. Dr. Nur’aini, S.Psi., M.Si.
  2. Guru besar UMP ke berapa yang dikukuhkan dalam acara tersebut? Pengukuhan tersebut menandai guru besar ke-19, 20, dan 21 di lingkungan UMP.
  3. Apa bidang keilmuan Prof. Cahyono Purbomartono? Prof. Cahyono merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Imunologi Ikan, khususnya imunitas non-spesifik.
  4. Apa yang dimaksud Islamic Student Wellbeing? Islamic Student Wellbeing merupakan paradigma kesejahteraan siswa yang menempatkan spiritualitas atau tauhid sebagai pusat integrasi perkembangan akademik, fisik, sosial, dan emosional.
  5. Apa fokus model IMW-CSN yang dikembangkan Prof. Nur’aini? IMW-CSN membangun ekosistem kesejahteraan anak berkebutuhan khusus melalui integrasi keluarga, sekolah, masyarakat, lingkungan digital, dan kebijakan.

Sumber : https://www.youtube.com/live/Ngk4rsAVg_k?si=ERqjgdkI4uW4QW4O

Topik Terkait