Profil & Institusi

Akreditasi Perguruan Tinggi 2025: 2.368 Kampus Berstatus Baik, 214 Berstatus Unggul

11 Agustus 2026, 22:40 WIB / Aji Krisna Bayu
Akreditasi Perguruan Tinggi 2025: 2.368 Kampus Berstatus Baik, 214 Berstatus Unggul

Akreditasi Perguruan Tinggi 2025: 2.368 Kampus Berstatus Baik, 214 Berstatus Unggul

Kampus Times - Peta kualitas dan persebaran perguruan tinggi Indonesia menunjukkan pola yang cukup jelas. Berdasarkan Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, terdapat 3.568 perguruan tinggi yang tercatat dalam tabel akreditasi perguruan tinggi berdasarkan provinsi. Dari angka tersebut, kategori Baik menjadi kelompok terbesar dengan 2.368 perguruan tinggi.

Data ini memberikan gambaran bahwa pembahasan mengenai pendidikan tinggi Indonesia tidak hanya berkaitan dengan jumlah kampus, tetapi juga bagaimana status akreditasi dan persebarannya terbentuk di berbagai wilayah.

Buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025 diterbitkan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdiktisaintek. Data pendidikan tinggi dalam publikasi tersebut bersumber dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) berdasarkan pelaporan perguruan tinggi melalui sistem yang digunakan kementerian. Data keseluruhan dalam buku diambil pada Desember 2025, sementara sejumlah indikator menggunakan kondisi tahun ajaran 2024/2025.

Kategori “Baik” Mendominasi Akreditasi Perguruan Tinggi

Kategori “Baik” Mendominasi Akreditasi Perguruan Tinggi

Dari total 3.568 perguruan tinggi, sebanyak 2.368 berada pada kategori Baik. Jika dihitung dari total nasional, jumlah tersebut mencapai sekitar 66,4%.

Posisi berikutnya adalah kategori Baik Sekali sebanyak 621 perguruan tinggi atau sekitar 17,4%. Sementara itu, kategori Unggul berjumlah 214 perguruan tinggi, atau sekitar 6% dari keseluruhan.

Tabel juga masih mencatat kategori A sebanyak 7, B sebanyak 262, dan C sebanyak 1, serta 95 perguruan tinggi dalam kategori Terakreditasi. Kategori-kategori tersebut ditampilkan sebagaimana tercantum dalam tabel sumber dan tidak disetarakan atau ditafsirkan sebagai kategori yang identik.

Komposisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar perguruan tinggi yang tercatat berada pada kategori Baik, sementara jumlah perguruan tinggi dengan status Unggul masih jauh lebih kecil. Namun, angka tersebut tidak serta-merta dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa kualitas seluruh perguruan tinggi nasional rendah atau tinggi. Akreditasi merupakan salah satu indikator mutu kelembagaan dan perlu dibaca bersama indikator pendidikan tinggi lainnya.

Hampir Separuh Perguruan Tinggi Berada di Pulau Jawa

Dari sisi persebaran wilayah, Pulau Jawa masih menjadi pusat utama pendidikan tinggi. Jika enam provinsi di Jawa dalam tabel dijumlahkan—DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur—terdapat 1.778 perguruan tinggi.

Angka itu setara dengan sekitar 49,8% dari total 3.568 perguruan tinggi secara nasional. Dengan kata lain, hampir setengah perguruan tinggi yang tercatat dalam data tersebut berada di enam provinsi di Pulau Jawa.

Jawa Barat menempati posisi pertama dengan 495 perguruan tinggi. Setelah itu terdapat Jawa Timur dengan 460, Jawa Tengah 301, DKI Jakarta 272, Banten 126, dan DI Yogyakarta 124.

Dominasi tersebut memperlihatkan bahwa akses dan ekosistem pendidikan tinggi Indonesia masih memiliki konsentrasi geografis yang kuat di Jawa. Bagi calon mahasiswa, kondisi ini berarti pilihan perguruan tinggi di Jawa relatif lebih banyak. Sebaliknya, bagi pengembangan pendidikan tinggi di luar Jawa, data tersebut dapat menjadi salah satu gambaran penting dalam melihat pemerataan institusi pendidikan tinggi.

Jawa Barat dan Jawa Timur Menonjol dalam Jumlah Kampus

Jawa Barat tidak hanya memiliki jumlah perguruan tinggi terbanyak secara keseluruhan, tetapi juga mencatat 52 perguruan tinggi berstatus Unggul, 78 Baik Sekali, dan 343 Baik. Jawa Timur berada di posisi berikutnya dengan 33 Unggul, 93 Baik Sekali, dan 291 Baik.

Sementara itu, Jawa Tengah memiliki 28 perguruan tinggi berstatus Unggul, 59 Baik Sekali, dan 101 Baik. DKI Jakarta mencatat 35 Unggul, 49 Baik Sekali, dan 154 Baik.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa jumlah perguruan tinggi dan distribusi status akreditasi merupakan dua hal yang perlu dibaca secara bersamaan. Provinsi dengan jumlah kampus besar secara alami memiliki basis institusi yang lebih banyak, sehingga perbandingan kualitas sebaiknya tidak hanya menggunakan jumlah absolut, tetapi juga mempertimbangkan proporsi dan karakteristik masing-masing wilayah.

Bagaimana dengan Wilayah di Luar Jawa?

Data juga memperlihatkan adanya kesenjangan jumlah institusi antarprovinsi. Beberapa provinsi memiliki jumlah perguruan tinggi yang relatif jauh lebih sedikit. Kalimantan Utara tercatat memiliki 12 perguruan tinggi, Gorontalo 13, Bangka Belitung 14, Maluku Utara 23, dan Papua Barat 27.

Angka tersebut bukan berarti kebutuhan pendidikan tinggi di wilayah-wilayah tersebut lebih rendah. Sebaliknya, data persebaran ini dapat menjadi bahan untuk melihat bagaimana akses terhadap perguruan tinggi berkembang di berbagai daerah.

Bagi generasi muda, pemerataan pendidikan tinggi bukan hanya soal tersedia atau tidaknya kampus. Faktor lain seperti program studi, kualitas pembelajaran, biaya, fasilitas, konektivitas, serta peluang kerja setelah lulus juga ikut menentukan pilihan pendidikan.

Data 2025 Menjadi Gambaran, Bukan Tren Tahunan

Data 2025 Menjadi Gambaran, Bukan Tren Tahunan

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Satu hal penting perlu diperhatikan: tabel yang digunakan merupakan gambaran kondisi tahun 2025, bukan rangkaian data beberapa tahun. Karena itu, angka tersebut belum cukup untuk menyatakan apakah jumlah perguruan tinggi berstatus Unggul atau Baik meningkat maupun menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, data ini tetap penting karena memberikan potret nasional mengenai jumlah dan status akreditasi perguruan tinggi berdasarkan provinsi. Pemerintah, perguruan tinggi, calon mahasiswa, maupun masyarakat dapat menggunakannya sebagai salah satu dasar untuk memahami kondisi pendidikan tinggi Indonesia.

Secara keseluruhan, data Statistik Pendidikan Tinggi 2025 memperlihatkan dua pesan utama: jumlah perguruan tinggi Indonesia cukup besar, tetapi persebarannya masih terkonsentrasi di Jawa, sementara kategori akreditasi Baik masih mendominasi secara nasional.

Kesimpulan

Statistik Pendidikan Tinggi 2025 mencatat 3.568 perguruan tinggi dalam tabel akreditasi berdasarkan provinsi. Sebanyak 2.368 atau sekitar 66,4% berada pada kategori Baik, sedangkan 214 atau sekitar 6% berstatus Unggul. Dari sisi geografis, 1.778 perguruan tinggi atau hampir 49,8% berada di enam provinsi di Pulau Jawa. Data ini menunjukkan bahwa tantangan pendidikan tinggi Indonesia tidak hanya menyangkut peningkatan mutu, tetapi juga pemerataan akses dan persebaran institusi pendidikan tinggi antarwilayah.

FAQ

  1. Berapa jumlah perguruan tinggi yang tercatat dalam Statistik Pendidikan Tinggi 2025?
    Terdapat 3.568 perguruan tinggi dalam tabel akreditasi perguruan tinggi berdasarkan provinsi yang digunakan dalam artikel ini.
  2. Apa status akreditasi yang paling banyak dimiliki perguruan tinggi?
    Kategori Baik merupakan yang terbesar, dengan 2.368 perguruan tinggi atau sekitar 66,4% dari total.
  3. Provinsi mana yang memiliki perguruan tinggi terbanyak?
    Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yakni 495 perguruan tinggi, disusul Jawa Timur sebanyak 460.
  4. Berapa jumlah perguruan tinggi berstatus Unggul?
    Secara nasional terdapat 214 perguruan tinggi berstatus Unggul dalam tabel tersebut.
  5. Apakah data ini menunjukkan tren peningkatan atau penurunan akreditasi?
    Belum. Tabel yang digunakan merupakan gambaran kondisi tahun 2025, sehingga tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan tren kenaikan atau penurunan tanpa membandingkannya dengan data tahun-tahun sebelumnya.

Sumber Data :

Buku Statistik Pendidikan Tinggi Tahun 2025, PDDikti/Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Publikasi resmi tersebut memuat data kelembagaan, program studi, akreditasi, mahasiswa, lulusan, dosen, dan indikator pendidikan tinggi lainnya. Data bersumber dari PDDikti dan pelaporan perguruan tinggi, dengan keseluruhan data buku diambil pada Desember 2025.

Buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025 – Kemdiktisaintek

Topik Terkait

Trending Hari Ini