Jombang, Kampus Times - Transformasi digital tidak hanya berlangsung di lingkungan perkotaan. Pemerintah desa juga membutuhkan sistem teknologi yang mampu membantu penyampaian informasi secara cepat, terpusat, dan mudah diakses masyarakat.
Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas KH.A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang melalui pembangunan Sistem Informasi Desa Munungkerep berbasis website. Program yang berlangsung pada Juli–Agustus 2026 ini dilaksanakan di Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut melibatkan Firstian Yusril Kisnanda, Rozaq Asep Sudrajat, Hana Fadilah, dan Miko Aditya Maulana. Program dirancang untuk membantu Pemerintah Desa Munungkerep mengelola sekaligus menyebarluaskan informasi desa secara lebih terorganisasi.
Mendorong Digitalisasi Informasi Desa
Sebelum program dilaksanakan, Desa Munungkerep belum memiliki website resmi maupun sistem informasi yang terpusat. Informasi mengenai profil desa, kependudukan, kegiatan, potensi ekonomi, hingga APBDes masih banyak disampaikan melalui papan pengumuman, forum warga, dan komunikasi antarpihak.
Pola tersebut membuat dokumentasi dan distribusi informasi belum berjalan secara optimal. Karena itu, pembangunan Sistem Informasi Desa diarahkan untuk menyediakan satu media digital yang dapat menjadi pusat informasi bagi pemerintah desa dan masyarakat.
Website yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai halaman profil desa. Sistem juga dirancang untuk mendukung keterbukaan informasi, memperkenalkan potensi lokal, serta menjadi fondasi pengembangan pelayanan publik berbasis digital.
Website Dilengkapi Beragam Fitur
Sistem Informasi Desa Munungkerep dikembangkan dengan sejumlah fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah dan masyarakat. Informasi yang tersedia mencakup profil dan sejarah desa, data kependudukan, struktur pemerintahan, kelembagaan, sarana prasarana, kegiatan, potensi ekonomi, serta informasi publik dan APBDes.
Potensi unggulan desa seperti tembakau, pandan, dan padi juga menjadi bagian dari informasi yang dapat diperkenalkan melalui sistem tersebut. Dengan demikian, website tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi pemerintahan, tetapi juga dapat menjadi sarana promosi potensi ekonomi desa.
Menghadirkan Peta Digital Interaktif
Salah satu fitur yang menjadi bagian penting dari sistem adalah peta digital interaktif berbasis Web GIS. Peta tersebut menggunakan Leaflet.js dan GeoJSON untuk menampilkan informasi geografis Desa Munungkerep.
Sistem dapat menampilkan batas tujuh dusun serta sejumlah titik lokasi tertentu. Kehadiran fitur ini memberikan visualisasi wilayah yang lebih informatif dan dapat membantu masyarakat memahami kondisi geografis desa secara digital.
Teknologi Disesuaikan dengan Kebutuhan Desa
Dalam proses pengembangan, tim menggunakan Laravel sebagai framework backend, MySQL sebagai basis data, serta Blade, JavaScript, Leaflet.js, dan GeoJSON untuk mendukung tampilan serta fitur sistem.
Salah satu perhatian utama adalah memastikan website dapat dikelola oleh perangkat desa tanpa membutuhkan kemampuan pemrograman. Karena itu, sistem dilengkapi Content Management System (CMS) yang memungkinkan administrator memperbarui berbagai informasi secara mandiri.
Melalui panel admin, perangkat desa dapat mengelola berita, kegiatan, potensi ekonomi, data perangkat desa, dan berbagai konten lainnya. Pendekatan ini diharapkan membuat website tetap aktif setelah kegiatan KKN-PPM selesai.
Perangkat Desa Mendapatkan Pelatihan

Pembangunan sistem kemudian dilanjutkan dengan kegiatan “Pengenalan dan Pengelolaan Web Informasi Desa Munungkerep”. Pelatihan ditujukan kepada perangkat desa dan Karang Taruna sebagai calon pengelola sekaligus pendukung keberlanjutan sistem.
Peserta mendapatkan materi mengenai login administrator, pengelolaan berita dan kegiatan, serta pembaruan data melalui panel CMS. Pelatihan juga dilengkapi modul dan praktik langsung agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu mengoperasikan sistem secara mandiri.
Mengatasi Tantangan Digitalisasi
Dalam proses pembangunan, tim menemukan sejumlah kendala. Data kependudukan dan potensi desa belum seluruhnya terdokumentasi dalam bentuk digital, sementara data koordinat untuk kebutuhan pemetaan juga masih terbatas.
Tantangan lain muncul dari perbedaan tingkat literasi digital perangkat desa. Selain itu, terdapat bug kecil pada fitur slider yang perlu diperbaiki selama proses pengembangan.
Solusi dilakukan melalui digitalisasi data secara bertahap, pemetaan lapangan bersama kepala dusun, penyederhanaan tampilan CMS, perbaikan logika JavaScript, serta pendampingan praktik secara langsung.
Fondasi untuk Pelayanan Desa Digital
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan Sistem Informasi Desa Munungkerep tidak berhenti pada pembuatan website. Tim juga menyerahkan dokumentasi teknis, modul penggunaan, materi pelatihan, kredensial administrator, serta struktur folder proyek kepada pemerintah desa.
Kelengkapan tersebut menjadi modal penting agar sistem dapat dipelihara dan dikembangkan setelah program KKN-PPM berakhir. Antusiasme perangkat desa dan Karang Taruna terhadap pemanfaatan teknologi juga menjadi faktor pendukung keberlanjutan program.
Ke depan, website dapat dikembangkan menuju pelayanan publik yang lebih terintegrasi. Beberapa fitur yang direkomendasikan meliputi pengajuan surat administrasi secara daring, kanal pengaduan masyarakat, integrasi media sosial, serta penyajian statistik desa.
Kesimpulan
Pembangunan Sistem Informasi Desa Munungkerep berbasis website menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong digitalisasi pemerintahan desa di Kabupaten Jombang. Melalui sistem yang terpusat, masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap informasi mengenai profil, kegiatan, kependudukan, APBDes, kelembagaan, dan potensi ekonomi desa.
Program KKN-PPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah juga menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi desa tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia sebagai pengelola. Dengan pembaruan informasi secara konsisten dan pengembangan fitur pelayanan publik, Sistem Informasi Desa Munungkerep berpotensi menjadi fondasi penting menuju tata kelola desa yang lebih terbuka, informatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dosen Pembimbing Lapangan:
Aufia Aisa, M.Pd.I.
NUPTK. 3746768669230412
FAQ
- Apa tujuan pembangunan Sistem Informasi Desa Munungkerep? Tujuannya menyediakan pusat informasi desa berbasis website sekaligus mendukung digitalisasi, keterbukaan informasi, dan pengelolaan data desa.
- Apa saja informasi yang tersedia dalam website desa? Website memuat profil desa, data kependudukan, kelembagaan, APBDes, berita, kegiatan, potensi ekonomi, struktur pemerintahan, serta peta digital interaktif.
- Apa keunggulan peta digital dalam sistem tersebut? Peta berbasis Web GIS dapat menampilkan batas tujuh dusun dan sejumlah titik lokasi di wilayah Desa Munungkerep secara interaktif.
- Apakah perangkat desa dapat mengelola website secara mandiri? Ya. Sistem menggunakan CMS yang memungkinkan perangkat desa memperbarui berbagai konten tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman.
- Bagaimana pengembangan website dapat dilanjutkan? Pemerintah desa dapat memperbarui informasi secara berkala dan mengembangkan fitur seperti pengajuan surat administrasi daring, pengaduan masyarakat, integrasi media sosial, dan statistik desa.