News

KKN-PPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang Latih Ibu PKK Munungkerep Buat Ecoprint dari Tumbuhan Lokal

13 Agustus 2026, 19:05 WIB / Tutut Septia Wati
KKN-PPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang Latih Ibu PKK Munungkerep Buat Ecoprint dari Tumbuhan Lokal

KKN-PPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang Latih Ibu PKK Munungkerep Buat Ecoprint dari Tumbuhan Lokal

Jombang, Kampus Times - Pemanfaatan sumber daya alam di sekitar masyarakat dapat menjadi pintu masuk untuk menciptakan produk kreatif sekaligus mendorong kegiatan ekonomi produktif. Salah satu inovasi yang menggabungkan aspek lingkungan, kreativitas, dan ekonomi tersebut adalah ecoprint.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), mahasiswa Universitas KH.A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang memperkenalkan teknik pembuatan ecoprint kepada ibu-ibu PKK Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada Juli–Agustus 2026 tersebut mengangkat tema “Ecoprint sebagai Solusi Zero-Waste: Pelatihan Pemanfaatan Limbah Tumbuhan Lokal.” Program melibatkan Abdurrohman, Fany Lathifatul Nur Qori’ah, Indah Sulistyowati, Irfan Agus Sholahudin, Lilik Puji Lestari, dan M. Arzaq Muhid Al Mufid.

Ecoprint Berbasis Potensi Lokal

Ecoprint merupakan teknik menghasilkan motif pada kain dengan memanfaatkan pigmen alami dari bagian tumbuhan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memilih daun kenikir dan daun jati yang relatif mudah diperoleh di lingkungan Desa Munungkerep.

Pemilihan bahan lokal menjadi bagian penting dari konsep kegiatan. Masyarakat tidak perlu bergantung pada bahan yang sulit diperoleh karena sumber daya untuk menghasilkan motif dapat ditemukan di sekitar mereka.

Selain memberikan nilai estetika, pemanfaatan tumbuhan lokal juga memperkenalkan gagasan pengurangan limbah dan penggunaan bahan alami. Pendekatan tersebut selaras dengan upaya membangun kegiatan kreatif yang lebih memperhatikan aspek lingkungan.

Teknik Pounding Mudah Dipelajari

Pelatihan menggunakan teknik pounding atau teknik pukul. Teknik ini dipilih karena relatif sederhana, mudah dipahami oleh pemula, dan tidak membutuhkan peralatan khusus.

Media yang digunakan berupa totebag berbahan kain belacu. Daun kenikir dan daun jati disusun pada permukaan kain, kemudian dipukul secara perlahan dan merata agar pigmen alami dari daun berpindah ke kain.

Tahapan Pelatihan Ecoprint

Sebelum praktik, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pembuatan ecoprint. Proses tersebut mencakup scouring, mordanting, penyusunan daun dan bunga, hingga proses pounding.

Setelah demonstrasi diberikan, peserta mempraktikkan setiap tahapan dengan pendampingan mahasiswa. Pendekatan praktik langsung membuat peserta dapat memahami teknik sekaligus mengetahui bagian-bagian yang membutuhkan ketelitian.

Metode tersebut juga memungkinkan mahasiswa memberikan koreksi secara langsung ketika peserta mengalami kesulitan. Dengan demikian, proses pelatihan tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi menghasilkan keterampilan yang dapat dipraktikkan kembali secara mandiri.

15 Peserta Berhasil Membuat Totebag

Kegiatan mendapat respons positif dari peserta. Dari 20 orang yang diundang, sebanyak 15 ibu PKK hadir dan mengikuti pelatihan.

Meskipun jumlah peserta belum memenuhi target undangan, peserta yang hadir menunjukkan antusiasme selama proses pelatihan. Seluruh peserta berhasil mempraktikkan tahapan pembuatan ecoprint hingga menghasilkan totebag dengan motif yang baik.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik dapat membantu peserta memahami teknik ecoprint secara lebih cepat. Pengalaman membuat produk secara langsung juga memberikan gambaran mengenai peluang pengembangan ecoprint sebagai kegiatan ekonomi produktif.

Tantangan dalam Proses Pelatihan

Pelaksanaan kegiatan tetap menghadapi beberapa kendala. Jumlah peserta yang hadir tidak sesuai dengan target, sementara waktu pelaksanaan juga mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah direncanakan.

Selain itu, sebagian peserta belum terbiasa menggunakan teknik pounding. Pada percobaan awal, hasil motif yang dihasilkan belum maksimal karena teknik pemukulan membutuhkan ketepatan tekanan dan cara pengerjaan.

Pendampingan Menjadi Kunci

Kendala tersebut diatasi melalui penyesuaian jumlah bahan dan alat berdasarkan jumlah peserta yang hadir. Koordinasi ulang juga dilakukan untuk menyesuaikan jadwal pelaksanaan.

Bagi peserta yang masih mengalami kesulitan, mahasiswa memberikan pendampingan secara personal dan melakukan demonstrasi ulang. Cara tersebut membantu peserta memahami teknik pemukulan yang tepat hingga mampu menghasilkan motif yang lebih baik.

Peluang Menjadi Usaha Ekonomi Kreatif

Peluang Menjadi Usaha Ekonomi Kreatif

KONSULTASI GRATIS SEKARANG

Salah satu potensi terbesar dari kegiatan ini adalah peluang pengembangan ecoprint menjadi produk ekonomi kreatif masyarakat. Bahan baku seperti daun kenikir dan daun jati mudah diperoleh di sekitar Desa Munungkerep sehingga dapat mendukung keberlanjutan produksi.

Produk yang dihasilkan juga dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk. Totebag dapat menjadi tahap awal sebelum masyarakat membuat produk lain dengan teknik serupa.

Dari Pelatihan Menuju Produk Bernilai Ekonomi

Agar memiliki nilai jual yang lebih kuat, produk ecoprint dapat dikembangkan melalui desain kemasan, penentuan identitas produk, pembuatan katalog, dan pemasaran melalui media sosial.

PKK juga dapat membentuk unit usaha bersama sehingga proses produksi dan pemasaran dapat dilakukan secara lebih terorganisasi. Dengan strategi tersebut, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan berpotensi berkembang menjadi aktivitas ekonomi produktif.

Dokumentasi kegiatan dan artikel ilmiah yang dihasilkan juga dapat menjadi referensi bagi pengembangan pelatihan ecoprint di masyarakat lain.

Mendorong Konsep Zero-Waste

Pemanfaatan tumbuhan lokal dalam ecoprint memperkenalkan alternatif pemanfaatan bahan alami untuk menghasilkan produk kreatif. Konsep tersebut dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Lebih dari sekadar menghasilkan totebag, kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai guna sekaligus memiliki peluang ekonomi.

Ke depan, pelatihan dapat dilanjutkan dengan penyusunan modul panduan, pengembangan desain produk, peningkatan kualitas produksi, hingga strategi pemasaran digital. Pendampingan berkelanjutan menjadi penting agar kegiatan tidak berhenti sebagai program pelatihan sesaat.

Kesimpulan

Pelatihan ecoprint yang dilaksanakan mahasiswa KKN-PPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah di Desa Munungkerep berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan tumbuhan lokal menjadi produk kreatif.

Pemanfaatan daun kenikir dan daun jati melalui teknik pounding menunjukkan bahwa sumber daya sederhana di sekitar desa dapat menghasilkan totebag dengan nilai guna dan potensi ekonomi. Dengan dukungan pendampingan, pengembangan kemasan, pemasaran digital, dan pembentukan unit usaha bersama, ecoprint berpeluang menjadi salah satu produk ekonomi kreatif masyarakat Desa Munungkerep sekaligus mendukung penerapan prinsip zero-waste secara berkelanjutan.

Dosen Pembimbing Lapangan:
Aufia Aisa, M.Pd.I.
NUPTK. 3746768669230412

FAQ

  1. Apa itu ecoprint? Ecoprint adalah teknik membuat motif pada kain dengan memanfaatkan pigmen alami dari bagian tumbuhan seperti daun dan bunga.
  2. Tumbuhan apa yang digunakan dalam pelatihan ecoprint? Pelatihan menggunakan daun kenikir dan daun jati yang mudah diperoleh di lingkungan Desa Munungkerep.
  3. Teknik apa yang digunakan untuk membuat ecoprint? Teknik yang digunakan adalah pounding atau teknik pukul karena relatif sederhana dan mudah dipelajari pemula.
  4. Siapa peserta pelatihan ecoprint? Peserta pelatihan adalah ibu-ibu PKK Desa Munungkerep, dengan 15 orang hadir dari 20 orang yang diundang.
  5. Apakah ecoprint dapat dikembangkan menjadi usaha? Ya. Produk ecoprint dapat dikembangkan menjadi usaha ekonomi kreatif melalui peningkatan desain, kemasan, branding, dan pemasaran melalui media sosial.

Topik Terkait

Trending Hari Ini